BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Senin , 25 Mei 2015

Bakteri yang Hidup Bersama Manusia

AntiLiberalNews – Manusia tak bisa hidup sendirian, bagaimanapun keadaannya. Manusia selalu membutuhkan bantuan manusia lain, pun juga sokongan dari makhluk Allah yang lain. Bahkan, seandainya ada manusia mampu hidup sendiri, sejatinya dia tidak benar-benar sendiri. Karena di dalam tubuhnya terdapat jutaan makhluk lain yang menumpang hidup.
Ya, tubuh manusia tidak pernah benar-benar dalam keadaan steril. Selalu ada organisme lain yang hidup bersamanya. Tanpa kehadiran organisme-organisme tersebut, mungkin hidup manusia tak akan nyaman. Karena keberadaan organisme tersebut justru sangat bermanfaat bagi manusia.
Satu contoh organisme –atau lebih tepatnya, mikroorganisme- yang selalu menjadi teman kita adalah bakteri yang hidup di usus besar atau kolon.

Mereka adalah Bacteroides, Bifidobacteria, Eubacteria, Lactobacillus, Streptococcus, Clostridium, Candida albicans (jenis yeast). Tentu saja, bukan tanpa tujuan mereka ditempatkan di dalam usus manusia. Bakteri-bakteri tersebut berguna dalam proses pencernaan, terutama membantu pembusukan sisa-sisa makanan dalam usus besar, sehingga lebih mudah dikeluarkan dari dalam tubuh.
Fungsi lainnya adalah menekan pertumbuhan bakteri jahat, dan juga membantu proses pembentukan vitamin K. Vitamin K berfungsi untuk pembekuan darah. Saat terjadi pendarahan seperti pada luka atau mimisan, vitamin K bisa membantu menghentikannya.
Dalam keadaan normal, jumlah mereka selalu seimbang. Meskipun milyaran yang terbuang bersama kotoran manusia, milyaran pula yang terbentuk lagi dan siap mengurai sisa-sisa makanan yang masuk ke usus besar.
Andaikan mereka dihilangkan dari dalam tubuh, kita pasti akan kesusahan. Tak ada lagi yang mengurai sisa-sisa makanan dalam usus, sehingga sulit dikeluarkan. Sisa makanan itu akan mengeras dan menumpuk dalam usus. Jadilah penyakit.
Atau, pada suatu saat jumlah mereka berlipat ganda. Mungkin mereka akan meluaskan wilayahnya hingga ke usus halus, bahkan lambung. Ini juga akan menimbulkan penyakit.
Allah telah menciptakan manusia dengan sempurna. Termasuk, menempatkan makhluk-Nya yang berjenis mikroorganisme ke dalam tubuh manusia, dengan jumlah dan ukuran yang tepat. Dan tentu saja, dengan fungsi dan peranan yang tepat pula.

Maka, tak ada alasan bagi kita untuk tidak bersyukur kepada-Nya.
Atau siapakah yang menciptakan (manusia dari permulaannya), kemudian mengulanginya (lagi), dan siapa (pula) yang memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Katakanlah, “Unjukkanlah bukti kebenaranmu, jika kamu memang orang-orang yang benar.” (QS. An-Naml: 64).

Sumber :  Majalah Arrisalah edisi 145
Red : Randy Bimantara

Check Also

BEM-SI-demo-di-depan-istana-negara

Janji Pertemuan dengan Jokowi DIbatalkan Sepihak, Mahasiswa : Ini Pembohongan Publik!

AntiLiberalNews – Kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Indonesia (BEM SI) kecewa dan ...

Ade-Armanto-gigit-jari

Bercanda Sampai Bawa-bawa Allah, Aktivis Liberal Ade Armando Dilaporkan ke Polisi

AntiLiberalNews | Fimadani – Aktivis paham liberalisme Ade Armando, melalui akun Facebook dan Twitternya pada ...