BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Jumat , 27 Mei 2016

Seorang Aktifis Femen yang Pernah Aksi Telanjang Dada Akhirnya Tobat

AntiLiberalNews – Amina Sboui alias Amina Tyler, aktifis femen Tunisia yang sempat melakukan aksi telanjang dada, akhirnya bertobat. Dia hari ini mengatakan telah meninggalkan kelompok radikal itu. Amina yang sebelumnya ditahan selama tiga bulan menuding kelompok itu Islamofobia.

“Saya tidak mau, nama saya dikaitkan dengan sebuah organisasi Islamofobia,” kata amina kepada Huffington Post, seperti dilansir SuaraIslam (21/08/2013).

“Saya tidak suka saat para femen meneriakkan ‘Amina Akbar, Femen Akbar’ di depan kedutaan Tunisia di Prancis,” tambah Amina.

Amina juga mengecam pembakaran bendera berkalimat tauhid yang menegaskan Tiada Tuhan selain Allah di depan sebuah masjid di Paris.

“Perbuatan itu melukai banyak umat Islam dan teman-teman saya yang beragama Islam. Kita harus menghormati agama siapa pun,” ujar Amina.

Amina sebelumnya ditahan karena menulis kata “Femen” di sebuah dinding pemakaman sebagai bentuk protes pertemuan sebuah kelompok Islam bulan Mei lalu di Kota Kairouan.

Amina Tyler kemudian dibebaskan awal bulan ini. Sidangnya untuk sementara ditunda.

Amina juga mempertanyakan transparansi keuangan kelompok Femen yang didirikan di Ukraina dan kini bermarkas di Paris.

“Saya tidak tahu bagaimana pendanaan kelompok ini. Saya bertanya kepada Inna Shevchenko (pemimpin Femen) tapi dia tidak memberi jawaban jelas. Saya tidak mau menjadi anggota organisasi yang tidak jelas pendanaannya. bagaimana jika organisasi ini didanai Israel? Saya ingin tahu,” kata Amina.

Rep : Administrator
Red : Alhamdu Tommy

Check Also

rakyat sipil suriah

Hindari Serangan Teroris PYD-AS, Muslim Sipil di Daerah ISIS Raqqa Mengungsi

AntiLiberalNews – Warga sipil Muslim telah mulai mengungsi dari kota Raqqa, Suriah utara, yang merupakan ...

kuburan massal muslim suriah

Korban Tewas Perang Suriah Capai 280.000

AntiLiberalNews – Perang Suriah telah merenggut nyawa lebih dari 280.000 jiwa dalam kurun waktu lima ...